6/23/2016

Book Haul



1. Since You’ve Been Gone, by Morgan Matson

Today we're waiting on a Morgan Matson book that we think is going to be one of our favorites of 2014 - a book about friendship, life, and so much more.  Find out more about why we are waiting on Since You've Been Gone here!:
Morgan Matson itu terkenal sebagai spesialis novel genre Summer Contemporary, and that's why I picked up her book buat menetralkan after taste kemumetan setelah back to back baca buku Fiction penuh sadness, war, and depressing loss hft. Dari awal, Since You've Been Gone punya konsep cerita yang udah menjanjikan, sih. It is about Emily yang terpaksa menghabiskan summer holidaynya sendirian, gara-gara sahabat satu-satunya, Sloane, hilang tanpa jejak, tanpa kabar. Sloane is adventurous and spontaneous, while Emily is shy and cautious. Dengan harapan mendapat clue keberadaan sahabatnya, Emily akhirnya melakukan 13 hal menantang dalam to do list yang ditinggalkan Sloane. This leads her to new friends, new experiences and lessons about relationships.

Since you've been gone by Morgan Matson. The list: I don't really mind about the cliche, tapi ada beberapa part di buku yang agak nggak konsisten (seperti hubungan antara Sloane dan Emily yang katanya best friends, tapi malah cenderung terlihat Emily yang selalu terpaksa ngekor ngikutin keseruan Sloane sana sini) and too predictable, but it doesn't make the book less enjoyable. Tetep asik dibaca, kok. 4.3 out of 5 stars :)












2. Yellow Brick War, by Danielle Paige

Dorothy Must Die Graphic #4: Dorothy Must Die Quotes - I feel like I should read this book but I haven't even read the original...:

This is the third book from Dorothy Must Die Trilogy. Kalau udah bertitle 'The third book from the Trilogy' saya udah mikir: pasti this is the finale, the epic war where everything ends, where all the evils are defeated...but NO. Setelah memaksakan menyelesaikan buku ini dengan false hope kalau everything will end here, ternyata oh ternyata endingnya cliffhanger banget dan masih ada buku ke empat. Why Danielle, why, apa tiga buku masih belum cukup untuk menampung perang, kematian innocent people dan kesadisan Dorothy? Nonetheless, I still love it. Action packed, literally everything in this book is about the war. Blood everywhere, sudden death everywhere, revealed secrets everywhere. Plot di buku ketiga lebih menarik dibanding dua buku sebelumnya karena lebih banyak elemen surprise nya. 4.6 out of 5 stars

3. Just One Day, by Gayle Forman

Di Goodreads, buku ini mendapat banyak tanggapan yang positif, yet I'm still not finished reading, kinda hard getting excited in the middle. Ini buku Gayle Forman pertama saya, and I'm still trying to get used to her writing style. Hopefully I'll be able to finished it soon, ngerasa berdosa kalau udah beli buku tapi nggak selesai dibaca :')

"He showed me how to get lost, and then I showed myself how to get found." 
4. The Architecture of Love, Ika Natassa 
Novel Indonesia tercepat yang pernah saya baca. NYC setting gives a soothing vibe through the book, apalagi the two main character adalah seorang arsitek dan seorang penulis, kurang keren apa. Writing style Ika Natassa itu enak banget buat dibaca, sering diselipin trivia trivia, dan deskripsi menarik soal setting ceritanya, not to mention karakter-karakternya yang believable. 4,2 out of 5 stars :)

5. The Selection, by Kiera Cass

hey there, my name is kristen, and I really like the selection series ••• instagram // keadlyn...: Kalian tahu The Hunger Games? Iya, yang ceritanya tentang remaja-remaja berbagai distrik mengikuti perlombaan dengan hadiah kesejahteraan dan kekayaan? Good. Nah sekarang, kalian tahu acara reality show The Bachelor? Itu lho, acara yang mengumpulkan belasan wanita single untuk memperebutkan hati seorang pria...

Well, The Selection is Hunger Games versi The Bachelor. Ini buku genre fiction-fantasy tercepat yang pernah saya baca, habis ceritanya seru, asik, lucu, dan alurnya menarik banget buat diikutin. The girls drama and the royalty setting is way too hard to resist.

"The Selection" adalah tradisi perjodohan, diadakan saat pangeran kerajaan siap menikah. Gadis-gadis yang berminat bisa mendaftarkan diri, sebelum akhirnya diseleksi hingga tersisa 35 orang. These lucky girls bakal dikarantina di kerajaan selama beberapa bulan. Jalan kompetisi ini tergantung sepenuhnya di tangan Sang Pangeran, ada yang tahu-tahu dieliminasi, ada yang tahu-tahu diajak ngedate berdua. Nah, America Singer, seorang caste (some kind of social class) 4, terpilih menjadi salah satu dari the top 35, but Prince Maxon is not the reason why she sign up, she's basically there for the compensation given to her family as long as she remains in the palace, and she has a lover waiting at home. But of course thing's are not going to be that simple right?

4.8 out of 5, I would give 5 out of 5 tapi ada some parts yang nggak terlalu logis, dan Prince Maxon is way to good to be true, kurang bisa dipercaya sisi human nya.

No comments: