11/25/2014

Before Anything Else

 

Are you, are you
Coming to the tree
Wear a necklace of rope,
Side by side with me.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Bahkan setelah dua hari, Hanging Tree --salah satu soundtrack Mockingjay part 1 yang dinyanyikan sendiri oleh Jennifer Lawrance, masih terngiang di telinga saya. The film is epic, dari soundtrack, akting pemain sampai efek filmnya. Endingnya cliffhanging sekali, nggantungin seluruh penonton, mungkin bakal bikin mereka yang belum baca bukunya penasaran berat. Tapi bagi yang sudah baca bukunya nggak terlalu sengsara, basically kami hanya ingin tahu bagaimana wujud dan visualisasi dari para movie makers dari buku yang sudah kami baca sampai berulang kali :)

Betewe, Jlaw makin lama makin flawless aja di film. Tampilan rambutnya itu lhoo di Mockingjay Part 1, bikin ngiri dan kadang salah fokus. Dan saya juga baru tahu kalau Empire punya XXI Espresso yang berdiri di bekas tempat games. Things change.


Weekend kemarin yang saya habiskan bareng temen SMP buat nobar Mockingjay sukses bikin mood ke re charge :)

Di penghujung november yang mendung ini, saya bersama seorang teman SMA sempat mampir ke BitterSweet Cafe, di bilangan Gejayan, Yogyakarta. Tempatnya mungil, lucu, serasa homy karena tempat ini berada diantara perumahan, dan tempat ini sendiripun kayaknya memang dirombak dari sebuah rumah. Wujud depan cafe layaknya seperti sebuah rumah, ada gerbang dan juga pelataran teras yang kecil.




Menu di bittersweet ada cake, pasta, soda, dan frappe semuanya serba in jar. Menurut saya konsep yang ditawarkan Bittersweet memang bukan buat mengenyangkan, tetapi untuk menghabiskan waktu ngobrol bersama teman-teman terdekat. Harganya berkisar antara 15-28an ribu rupiah.

November yang sering diliputi hujan ini juga saya habiskan dengan membaca buku-buku baru, the ones that i got from gramedia earlier.

'Dikatakan atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta'nya Tere Liye adalah yang paling berkesan. Begitu denger judulnya, sinyal di kepala langsung menyala begitu saja, melabeli buku yang satu ini adalah wajib beli. Dasar, kalau soal cinta aja, pikiran langsung peka. Tapi judulnya memang menarik, kan?

Buku yang sangat tipis ini berisi 24 sajak Tere Liye yang temanya berkisar soal cinta. Cinta itu memang nggak ada habis-habisnya kalau dibahas. Tere Liye sendiripun menulis kalau: Kasih sayang pun adalah sumber inspirasi paling deras yang pernah ada.

Urusan perasaan bahkan lebih rumit dari rumus matematika
10 dikurangi 1 tidak berarti 9
10 dikurangi 10 tidak berarti 0
Kalau itu perasaan, semakin dikurangi, semakin dienyahkan, dipaksa dibuang
Hasilnya justru berlipat ganda menjadi 100 atau bahkan 1000
Tumbuh tak berbilang

No comments: