6/07/2014

Cinta itu kosong, tapi berisi.

A friend of mine told me this, ''Cinta itu kosong, tapi berisi.''
And well, I think about it, a lot.

Setelah kamu membaca ini, saya rasa kamu bisa mengartikan judul yang menaungi kata kata ini. Spasi perkata adalah banyaknya hela yang terjadi demi menyodorkan kejujuran ini. 

So we are here again huah. Siklus random dimana seorang dalam wujud 'aku' cuma bisa merancau tentang sesuatu yang nggak bisa dideskripsikan, kondisinya setara seperti seseorang yang berusaha meraih udara, we never could. 

Tetapi pembatas sebenarnya bukanlah ketidakmampuan bibir untuk bicara, ini perkara kondisi dan semua esensi di dalamnya. Bukan gengsi yang menyangkut di ujung suara, ini soal mereka yang juga punya rasa. Jangan bermimpi untuk bebas bicara, ada sentimen-sentimen orang yang juga jadi tanggung jawab kita.

Saya sekarang hanya sedang kehilangan fokus. Blur antara mana yang harus diurus.


I never found a companion that was so companionable as solitude. - Henry David Thoreau


I dont know, selama ini saya selalu berusaha jadi cewek yang mandiri, dan itu selalu berhasil. I mean like, being single is so great. Kamu memijak tanah dengan mantap, seperti nggak ada yang bisa menjatuhkanmu, karena kamu sudah terbiasa berjalan sendiri. Kamu nggak butuh keadaan atau orang tertentu untuk membuatmu bahagia karena pilihan untuk bahagia atau tidak ada di tanganmu, dan jika kamu memilih untuk bahagiapun kamu tidak perlu jauh mencari, cause you can make yourself happy dari tindakan dan pikiran yang kamu ambil. You have a full control at your life,

and your heart, selama kamu mampu menjaganya agar jangan sampai lengah.

Rasanya nyaris seperti Tuhan memberimu on-off switch yang bisa mengontrol mood hatimu. 

At some point in my life, saya kadang bersyukur ketika tak sengaja lengah. Cinta itu emang bikin bahagia kok, it's both fun and so reckless to fall in love. Reckless huh, entah kenapa saya suka dengan kata itu, benar benar menggambarkan rasa yang diejapun susah. Dan ketika sampai pada titik dimana kamu sengaja lengah, well akhirnya you get attached to people. Kamu jadi, tergantung. Lama lama digantungin sama rasa.

Falling in love in the wrong time is like giving your on off heart switch to someone else and damn praying they wont make you vulnerable, which is...like wont happen. People you love WILL impact on how you feel everyday, how they act, how they talk, everything that they do WILL steer your feelings. In case you're married, well that damn feeling wont mess you up. But well hello i'm 16 how in the earth i'm married :) 

Dan jika kembali soal fokus, I got to say that, boy you're taking my focus away. Even I admit that it feels nice to be like this, I need my focus back.

Semua orang butuh fokus mereka untuk menjalani hidup and make the best of it.

Untuk sekarang ini, maybe 'just friends' will be our always. And if it's really love, memaksa bukan pilihan apalagi keharusan, kan? Dan merelakan adalah mutlak kewajiban.

Karena untuk sekarang, ketidakpastian yang paling utama untuk kamu khawatirkan adalah, bagaimana masa depanmu nanti, bukan siapa yang bersamamu sekarang.

…don’t put your life on hold waiting for love.

― Mandy Hale

No comments: