12/16/2013

16th Dec and so on

Ketika yang lain sedang struggle dalam perang ujian semesteran, saya disini hanya bisa berdiri diluar medan perang sembari berharap mereka baik-baik saja, dengan sedikit seringai kecil tentunya. Jahat memang. Tapi emang beneran bahagia banget dua minggu penuh perjuangan dan ke -kewer- an itu akhirnya berakhir juga, walau dengan kesehatan mental yang sedikit terganggu.

Asal gila nya bareng temen, everything's fine.

I do realize now. Kalau SD dan SMP soal dapet nilai terbaik, SMA itu soal gimana caranya biar gak remedial.

Jadii setelah UAS, tepatnya tanggal 16 which is hari ini my beloved school Teladan Yogyakarta ulangtahun yang ke 56!!!! Bener - bener blessed. Saya gak pernah nyangka bisa jadi salah satu siswa di SMA ini dan sekarang ikut merayakan hari jadinya. Be sure to follow @satuteladan biar update soal upcoming events yang dijamin seru! Just wait and see, we're going to rule this celebration! (:

Embedded image permalink

Just a bit story, tadi untuk memeriahkan hari ini diadakan class meeting dari X-XII. Harusnya seru. Well emang 'seru' dengan tanda kutip sih untuk kelas saya karena tiba tiba, jeng. Pagi sehabis upacara anak anak kelas ilang semua. Lol sekali. Ada yang pertemuan ada yang ngurus nilai. Jadi setelah dihitung hitung kami benar benar krisis sukarelawan lomba. Dan yang tadinya gak terdaftar lomba terpaksa menggantikan yang hilang tadi. Actually kata 'terpaksa' sebenarnya tidak mendefinisikan keadaan yang sebenarnya sih. Penuh spontanitas, kami yang less dari 10 orang berangkat ke lapangan dan siap menyelamatkan kelas dari denda tidak ikut lomba dan ajang suporter.

And selama tiga lomba hari ini, so much fun disasters happened:)) Oh how I love your crazy side guys. Ada yang jatuh bangun, gak sengaja merusak properti lomba, terlalu hiperaktif saat berjuang, sampai ada yang (secara mengagetkan) jadi juara dua. Isinya ngakak semua.
Rasanya udah lama gak begitu. You know tertawa lepas beban sampai nyaris gak kuat berdiri gara gara perut sakit. Such rare.

Setelah itu, singgah ke tempat yang entah menjadi rumah saya yang keberapa. Yang pasti rasanya rumah. Bersih bersih bareng sambil karaokean lagu Maroon Five sampai lompat lompat di lapangan basket karena kepanasan saat membersihkan karpet.

Dan setelah seharian penuh keceriaan itu, I go back home and feel everything just fell into place. Expect one thing though. But why I bother if i already have so many things to be grateful for?

So tonight, saya nostalgia bareng salah satu sahabat terbaik saya. Bercengkrama lewat chat dan saling bercerita apa saja yang terjadi dengan hidup kami masing masing.

And both of us realize, even with all of this process, we never change for each other.
I'm still that one clumsy-crazy-unpredictable friend for her, and she's still my best motivator and listener to me.

Obrolan yang serius malam ini dengan sahabat saya, about that one thing that hasn't fell into place.
Why should I bother? Well what if I should?

No comments: