5/13/2013

Are we still that young?

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir saya ketika mengobrol dengan teman soal masa depan. Gak jauh jauh amat deh, sebatas khayalan bagaimana SMA nanti. Lucunya, kami semua masih merasa anak anak sekali untuk memasuki jenjang setelah SMP itu. Sampai sekarangpun kami sering mengobrol topik yang gak penting penting amat, terkadang kena sindrom galau, punya pemikiran yang masih polos dan kadang bodoh. But, the world already see us as an adult. Ketika kami merasa tak ada yang berubah dari kami sejak masa masa SD, lingkungan disekitar sudah menganggap kami dewasa. Ya, kalimat 'Being a teenage is confusing, we are treated like children but expected to act like adults' bisa menyerap konflik yang dialami sebagian besar remaja di dunia.

Are we still that young? Apa kita masih semuda yang kita pikirkan? Jujur saja, mungkin saya bisa membuat orang dewasa 'keselek' mendengar jawaban saya. Kalau melihat ke belakang, banyak memori dan peristiwa yang sudah terlewati, dan khususnya masa kecil yang indah sekali kalau sekarang diingat ingat, man...saya ngerasa sudah tua. Tetapi tentu beda lagi dengan pandangan orang dewasa, mereka melihat remaja masih newbie di dunia ini dan memiliki banyak sekali kesempatan terbuka untuk mencapai apapun yang diinginkan.

Rasanya saya pengen tertawa sama diri saya di masa kecil yang gak sabar untuk jadi dewasa. Ingat saat kita kecil? Pasti semuanya pernah berandai andai dan tak sabaran untuk menjadi dewasa. Mungkin dari kacamata anak anak, orang dewasa itu keren ya? Bisa melakukan apapun yang diinginkan, punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, dan banyak hal dewasa lainnya yang tidak kita mengerti saat kecil. Seperti, mengapa mereka suka membaca koran yang membosankan itu? Atau apa mereka tahan akan rasa pahit di kopi tiap pagi? Mengapa mereka betah sekali ada di toko buku atau mal, bukankah toko mainan lebih mengasyikkan?

But, damn. We don't expect this disaster. Haha. Ternyata tumbuh dewasa itu tidak seindah yang dibayangkan. Tidak, bukan buruk kok. Hanya saja ada banyak sekali kejadian yang baru kita alami saat remaja. Mixed up feelings. Conflicts. Fun. Friendship. Yang utama, tanggung jawab. Lebih lagi, saat tumbuh dewasa kita semua belajar bahwa dunia itu tidak seindah yang kita bayangkan saat masih kecil. Dan, mungkin...that's why we're missing our childhood and hoping to go back there disaat saat remaja. Dulu saat kecil, luka yang paling sakit adalah luka pada lutut ketika jatuh bermain..now? We experience broken hearts and sad conflicts. Dulu saat kecil, keputusan paling sulit adalah memutuskan warna crayon apa yang akan dipakai, atau boneka apa yang akan kita mainkan. ..now? Life decisions.

BUT, that's life. Dan agar seirama dengan roda kehidupan, kita semua juga harus bergerak maju, sadar tak terelakkan lagi semakin tambah umur. Freak out? Just one simple quote that'll tell us what to do : Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan.

Jadi, tua yang kekanak kanakkan atau arti tua yang sesungguhnya, dewasa? 

Satu BUT lagi, dewasa tidak selalu penuh keseriusan. Karena kita dewasa ketika bisa menilai mana baik buruk, mandiri mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas semua yang dilakukan. Jadi gak ada salahnya bertingkah konyol saat dewasa, you gotta laugh in life. Like this one!


Dewasa itu agar perjalanan kehidupan kita terus bergerak menuju yang lebih baik. Sementara fooling around, jokes and laugh itu agar kita bisa menikmati perjalanan tersebut yang gak selalu mulus haha.

But before everything, let me enjoy my teenage moments..growing up with all of my crazy fun friends 

Night!

No comments: