6/27/2012

Waktu.

Waktu itu egois. Tetap berjalan angkuh dan tak pernah menunggu. Tak peduli berapa nyawa yang bergantung pada detiknya yang melangkah. Tak peduli berapa orang yang tersenyum lalu menangis. Berapa orang yang bertemu kemudian berpisah. Yang hidup lalu mati, karenanya. 
Ia akan terus bergerak maju, dengan mata dan telinga tertutup rapat.
Draft buku ke dua.

No comments: